Showing posts with label memotret. Show all posts
Showing posts with label memotret. Show all posts

Tuesday, October 4, 2016

MOTRET PISANG MOLEN

Pisang Molen, cemilan pisang yang di balut tepung dan di goreng. sangat familiar di kawasan area publik ataupun pasar malam mesti akan kita temui makanan satu ini. yak benar sekali kalo makanan ini begitu mudah kita dapatkan.  di harga bervariasi dari harga 500 sampai 1000 rupiah bisa kita dapatkan di pinggir jalan , atau kalo di mall mulai mahal kali ya. 

untuk artikel kali ini saya akan sharing bareng tentang memotret pisang molen ini. saya membeli pisang molen di jalan ketika perjalanan pulang , setelah bingung merencanakan hari ini mau motret apa, lalu ketemu sama pisang ini, alhasil beli deh 5000 rupiah dapet 8 biji heheh.  akhirnya merenacanakan untuk persiapan alat dan tempat

1. PErsiapkan Background
bagraound / latar belakan hal penting yang harus kita siapkan, pisang molen ini berwana goldie / keemasan, jadi secara logika kita ada dua pilihan untuk menentukan background, mau pake gelap sepertinya bagus atau warna senada yang juga tak kalah bagus. akhrnya saya memakai background yang senada ( karena punya nya itu ) hehehe. motif kayu yangg senada ditambah bagian belakang menggunakan stereofoam. dengan harapan bisa menambah terang area belakang, akhirnya dipasang.


2. Penempatan obyek
sempat bingung jika memikirkan ini, jadi saya asal saja meletakkan nya,  obyek utama saya taruh tengah , di letakkan  agak ke kanan, dan ada beberapa pisang molen di belakangnya saya taruh di sisi sebrangnya. ditambah ada gelas kosong dengan tujuan agar tidak ada ruang kosong.

3. Lighting
saya menggunakan satu lampu dengan tujuan agar memberikan shadow / bayangan yang lebih terasa. lampu saya taruh di arah jam 2 dengan power 1/4 dan dengan menggunakan trigger untuk koneksi nirkabelnya.


4. Setting kamera. 
kamera saya setting di speed 1/200 dengan alasan karena saya menggunakan flash dan trigger murahan. jadi angka aman nya sepertinya di angka segitu, dan saya mengunakaan bukaan f8. dan iso 200. 

5. Post Procces
Setelah gambar di dapatkan , saya mengolah dengan photoshop cs 6. saya hanya melakukan cropping , seting contras , dan color balance.  lalu  sedikit sentuhan untuk memasang watermark. hehehee

semua bisa dilihat di BTS ya... apakah ada yang masih bingung...? jika ada bisa bertanya di kolom komentar ya... saran dan kritik juga sangat kami nantikan. terimakasih perhatianya. 



Monday, October 3, 2016

MEMOTRET NASI TIWUL

Agak asing di telinga jika mendengar Nasi Tiwul, ya nasi tiwul tidaklah sepopuler nasi goreng , nasi bakar atau variasi makanan berbentuk nasi yang sering kita temui. Nasi TIWUL atau ada beberapa wilayah menyebut LEYE , adalah makanan olahan dari ubi pohon atau singkong yang di proses sehingga menjadi bahan makanan pengganti nasi.  jika kita bandingkan dengan nasi jagung , kontur dari nasi tiwul ini butiranya lebih besar, berwarna lebih goldie dan menurt saya lebih gurih...ehehehh..

1. cari info tentang obyeknya
sebelum memotret tiwul ataupun bahan makanan tertentu yang akan anda potret. pastikan anda mengetahui informasi mengenai obyek yang akan anda foto. sehingga diharapkan obyek foto anda nyambung dengan asesoris atau perangkat tambahan yang akan anda masuan dalam foto. 

2. cari tau perangkat pendukungnya
sebagai contoh , saya memotret tiwul yang seteleh saya cari informasinya di internet , ternyata dan katanya tiwul berasal dari tanah jawa, kurang tau bener apa tidaknya ya.... karena saya cuman mencari info dari internet, bukan dari pihak berwajib ahihiii...  yuk kembali ke tiwul , tiwl itu makanan jawa , sehingga dari pemikiran kita sudah terpola bahwa, tiwul itu arahnya lebih ke jawa, dimana biasanya identik dengan" baceman" maka saya langsung kepikiran  tempe bacem , tahu bacem , atau gembus bacem... atau bahasa banyumasan nya namanya DAGE.  ahirnya saya mencari barang2 itu. 



3. atur latar belakangnya 
kepikiran lahi mengenai latar belakang , tiwul itu makanan tradisional maka yang terbesit adalah daun pisang, tenyata saya ga dapet niy daun pisang , adanya nampan kecil dari triplek tapi sisi baiknya texture kayunya kelihatan sehingga tanpa pikir panjang ambil aja bahan itu untuk latar belakangnya. dapet deh tiwul , asesoris dan latar belakangnya. akhirnya ditata rapi dan dipersiapkan alat untuk motretnya. 

4.pencahayaanya 
pencahayaan dari motret tiwul ini menggunakan yongnuo 460 mark 2. hayu cuman flash jadul kan.... saya menggunakan 1 flahs dan payung softbox yang saya tempatkan di arah jam 11 dan menggunakan power flash 5 bar. 

5. setting kamera
karena saya menggunakan flash manual sederhana maka dipastikan angka shutter speed tidak bisa diatas 1/250.
maka untuk aman ya saya menggunakan shutter speed 1/200 dan dengan iso 200, serta lensa 85mm di bukaan f8. saya memotret di sudut 45 derajat persis di arah jam 6.

6. ambil gambar dan olah digital
ambil gambarnya , tak perlu pikir manjang..... setelah gambar di ambil saya menggunakan adobe photosop cs 4 ( produk lama ) saya hanya mengganti kontras , kecerahan dan color balance, usahakan warna di sesuaikan dengan warna dominan biar lebih hidup. hehehe... gampang kan.... ada pertanyaan? yuk bisa di tulis di komentar yak... 

Friday, September 30, 2016

MEMOTRET ONDE ONDE

motret onde onde
onde onde
MOTRET ONDE ONDE, makanan familiar di indonesia , sangat mudah kita mencari onde-onde. di setiap sore di area publik dan keramaian sepertinya kita tidak akan mengalami kesulitan menemukan makanan satu ini. apakah karena bisa dibilang "terlalu mudah" untuk di temui sehingga kita kadang menganggap sepele , bahkan ada yang bilang " ah cuman onde onde" ga ada specialnya... hmmmm ya sepeerti itulah kita ( begitu juga saya ) kadang menyepelakan yang terlalu sering kita temui. bahkan kita lebih tertarik dengan makanan yang mahal , warna warni, kebarat baratan  seperti fried cassava with brown sugar padahal artinya ( singkong goreng gula jawa ). atau beberapa junkfood yang memang bukan dari negara kita sendiri, sehingga mungkin makanan asing itu lebih menarik. dan terbukti literatur mengenai onde onde sedikit yang bsia kita dapatkan...  ah sepertinya saya sudah mulai ngelanturn menulis.. kembali lagi ke topik utama. 

memotret onde onde
wadah onde onde dan tissue untuk alas


memotret onde onde. pastilah kita membutuhkan onde onde sebagai obyek utama kita.  jadi silahkan mencari onde2 di sekitar anda. saya sendiri membeli onde onde dengan harga satu plastiknya 2500 rupiah, saya membeli2 kantung plastik isi 10 onde2 ukuran kecil. dan alhamdulilah saya dapet 20 onde onde.  yang saya letakkan di sebuah wadah aluminium kecil dan saya alasi tissue untuk lebih menarik. 

saya memotret malam hari sekitar jam 9 malam, sehingga cahaya lampu cukup redup, sehingga saya membutuhkan flash external yang berguna untuk menyinari dengan cahaya terarah flash yang saya gunakan adalah flash viltrox yang saya kawinkan dengan trigger pt-NE agar saya bisa memotret dengan teknik off shoe, dan sebagai alat untuk memperlembut cahaya, saya menggunakan payung difuser,  flash dan difuser saya letakan di jam 1 sebelah kanan obyek utama dan dengan sudut 45 derajat.  dengan power 1/4.  

behind the scene
bagian alas saya menggunakan triplex / kayu lapis yang masih ada corak kayunya. dan ada beberapa potongan janur sisa motret manten hahaha...   gambar itu dalah tangan istri saya yang saya mintai tolong untuk menujukan hasilnya karena gambar kan bisa langsung di share ke tab. hihihi... 

setelah kita yakin dan mantab dengan satu gambar makan langsung kita oleh secara digital, untuk pengolahan saya ada 2 alikasi yang sering saya paiak adalah adobe lightroom 5.0 atau photoshop CS 6. untuk gambar ini saya hanya menggunakan adobe photoshop cs.6. saya hanya mengatur crooping untuk komposisi , shadow, kontras dan white balance. sudah..  untuk memepercantik saya berikan tulisan bahwa itu onde onde,   dan watermark minimalis, biar kaya fotografer beneran, hahahaay.. begitulah sedikit penjelasan bagaimana foto onde onde itu terbentuk.  untuk beberapa pertanyaan bisa teman2 tanyakan di bagian komentar, inysllah tiap harinya saya pantau. dan pasttikan teman2 sudah baca dahulu bebrapa artikel sebelumnya.